Begini cara coworking space menghasilkan uang

Seperti yang pernah saya bahas tentang pengertian coworking space dalam postingan saya sebelumnya, sebenarnya fungsi dari coworking space itu pada dasarnya sama saja dengan kantor biasa.

Hanya saja, bisa dikatakan mengerjakan project atau tugas kuliah, atau bahkan berkantor terasa lebih fun di coworking space.

Untuk menciptakan suasana yang fun itu butuh biaya yang tidak sedikit, karena perusahaan coworking space harus merencanakan (planning), mendesain (design) dan melengkapi coworking space dengan perabot/ peroperty (fitting out) yang memungkinkan pengguna bisa bekerja dan berkolaborasi dengan para peers nya, lebih dinamis dibanding kantor biasa.

Lalu bagaimana perusahaan coworking space bisa memperoleh keuntungan? Untuk lebih detailnya, saya menulis tentang business model dari coworking space. Here you go:

Menyewa sebuah bangunan/ ruang dari bangunan yang cukup luas, kemudian menyewakannya kembali

Pada dasarnya perusahaan coworking space, seperti WeWork (coworking space terbesar di dunia saat ini) menyewa sebuah bangunan atau space (ruangan) dengan luas tertentu dengan jangka waktu yang cukup lama: biasanya 10 tahun atau minimal 5 tahun, tergantung dari kesepakatan dengan landlord.

Ruangan luas yang saya maksud tadi bisa saja berada dalam satu level lantai, atau bahkan tersebar dalam beberapa lantai dalam satu bangunan. Biasanya perusahan coworking space lebih suka menyewa lantai-lantai yang terhubung satu dan lainnya.

Misalnya lantai 15,16, dan 17. Sehingga mengelola dan maintenance nya bisa lebih mudah. Selain alasan aksesibilitas yang lebih mudah juga tentunya.

Kesepakatan (kontrak) dengan para landlord yang lama (minimal) 5 tahun memungkinkan perusahaan coworking space mendapat harga miring, karena selain durasi kontrak yang lama, luas lantai yang mereka sewa juga besar. Mereka menyewanya dengan cara bulk.

Setelah deal dengan landlord (pemilik bangunan)

Para perusahaan coworking space ini setahu sebagian besar bukan perusahaan yang membangun bangunan pencakar langit/ landed house. Mereka hanya menyewa bagunan/ lantai-lantai saja.

Nah, bangunan atau lantai-lantai tersebut kemudian dirancang (design and fitting out) sedemikian rupa, sesuai dengan tema yang mereka inginkan, yang secara fundamental mengutamakan kemudahan dalam kolaborasi dan kerjasama tim dalam layout desain coworking space mereka.

Disewakan ke orang lain

Bangunan yang disewa secara bulk dan telah difitting out ini kemudian disewakan lagi ke pihak lain (customers), baik itu perorangan maupun untuk perusahaan (enterprise). Di Indonesia biasanya pilihan sewa seperti ini:

  • Daily (satu desk dengan sewa perhari)
  • Dedicated desk (satu desk dengan jangka waktu per bulan)
  • Office (space office untuk satu tim dengan jumlah sampai 20 orang)

Coworking space diluar negeri dalam hal ini WeWork bahkan menyewakan space coworking space nya untuk perusahaan sekelas Microsoft.

Pemilihan lokasi yang tepat

Coworking space merupakan properti yang tidak lepas dari the golden rule:

Location, location, location

Golden rule dalam bisnis properti

Letak sebuah properti, tidak terkecuali coworking space sangat tergantung dari lokasinya. Maka dari itu pemilihan lokasi yang tepat harus memenuhi paling tidak kedua hal ini:

  • Distance: Jarak dari coworking space dengan pemukiman/ kantor yang dekat
  • Accessibility: Kemudahan akses dari asal keberangkatan customer ke coworking space

Jika kedua hal tersebut sudah terpenuhi, bisa dipastikan pemasaran dari coworking space menjadi lebih mudah.

Tidak ada yang mencari tempat kerja yang jauh dan macet dari rumah, bukan?

Maka dari itu pemilihan lokasi yang baik untuk coworking space itu sangat krusial.

Ingat bahwa semakin hari semakin banyak coworking space yang buka, dan sudah ada banyak coworking space yang merugi.

Ukuran coworking space

Biasanya sebuah perusahaan coworking space membutuhkan space seluas 2500sqm (square meter) dalam satu lokasi. Dari jumlah luas tersebut, rata-rata space yang terpakai untuk coworking space (yang bisa disewakan) hanya sebesar 65% dari total luas lantai yang tersedia.

Lalu 35% sisanya buat apa?

35% biasanya digunakan untuk:

  • Sirkulasi (untuk aksesibilitas dalam coworking space)
  • Front desk
  • Toilet
  • Mini Bar (untuk minum, makan)

Kalau dihitung, 65% dari 2500sqm, maka luas lantai yang bisa dipakai adalah 1625sqm. Satu desk diasumsikan membutuhkan space seluas 9-12 sqm. Maka, dari prhitungan tersebut, diperoleh jumlah desk yang bisa disewakan sebanyak 162 desks (kita menggunakan asumsi satu desk membutuhkan 10sqm).

Coworking space
Photo by Caleb Minear on Unsplash

Jumlah 162 desk sebenarnya sudah cukup banyak, dan jika ditunjang dengan model bisnis yang baik, bukan tidak mungkin coworking space anda sudah bisa dibilang profitable.

Harga yang bersaing

Masyarakat Indonesia saat ini sebagian besar masih sangat dipengaruhi oleh harga suatu barang/ layanan. Menentukan harga sewa dari coworking space juga sangat perlu mempertimbangkan dengan harga yang ditawarkan oleh para kompetitor.

Saat ini masih ada beberapa coworking space yang menawarkan harga paling murah di Rp 50.000/ hari. Namun jika lokasi coworking space anda berada dilokasi prime, maka memasang harga sangat rendah bukanlah pilihan yang masuk akal.

Penyesuaian harga sewa bisa didasarkan pada kompetitor yang berada diarea sekitar, namun juga perlu mempertimbangkan dengan kualitas layanan dan properti coworking space yang dimiliki.

Harga murah dan kualitas terbaik biasanya tidak berada dalam satu tempat yang sama.

Harga sewa yang ditawarkan tentu saja juga dapat lebih murah dengan semakin banyaknya seat yang ditawarkan.

Investasi yang dibutuhkan dalam coworking space

  • Biaya sewa bangunan: biaya yang dikeluarkan untuk meyewa bangunan/ ruangan. Biasanya bangunan disewa dalam jangka waktu minimal 5 tahun.
  • Biaya setup: biaya fitting out, renovasi, furnitur, internet, pemasangan listrik, dll
  • Biaya operasional: biaya dalam menjalankan coworking space, baik itu gaji karyawan, maintenance, software, dll.
  • Biaya pembukaan: biaya yang dikeluarkan pada saat launching
  • Biaya marketing

Sangat sulit untuk memperkirakan berapa jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah coworking space, karena banyak faktor yang mempengaruhi. Namun, dari semua biaya yang dibutuhkan, biaya sewa bangunan adalah yang paling besar dalam hal investasi.

Kesimpulan

Pada dasarnya model bisnis dari coworking space adalah menyewa sebuah bangunan/ ruangan dengan kontrak lama (minimal 5 tahun), lalu kemudian merenovasi dan melakukan fitting out dengan desain yang fun untuk berkolaborasi, dan menyewakannya ke pelanggan, baik itu pelanggan perorangan maupun corporate.

Show CommentsClose Comments

Leave a comment