Sebenarnya mirip dengan kantor biasa, tapi…

Saya masih ingat sekitar setahun yang lalu di Bandung teman saya mengajak untuk ketemuan membahas tesisnya. Teman saya ini, sebut saja namanya Teh Icha mengatakan bahwa belakangan ini anak-anak (teman-teman yang juga lagi menyusun tesis) selalu mengerjakan tesis di coworking space di Dago.

Waktu itu sudah beberapa bulan saya balik dari S2 di Belanda, namun rasanya masih asing dengan istilah co-working space.

Lalu kemudian karena pekerjaan di unit kantor saya dimana saya sering dilibatkan dalam rencana partnership untuk asset leveraging, membuat saya semakin sering membaca dan akhirnya lebih tahu tentang co-working space.

Maka dari itu, saya berusaha untuk berbagi tentang:

Apa sih yang dimaksud dengan co-working space?

Sebuah pertanyaan

Co-working space adalah…

kolaborasi coworking space
Photo by Toa Heftiba (Unsplash)

Sebuah tempat dimana kita melakukan pekerjaan secara kolaboratif dengan keinginan untuk saling bertukar ide untuk dapat menyelesaikan/ menghasilkan sesuatu yang ingin dicapai/ diraih.

Konsep coworking sendiri awalnya diperkenalkan oleh Brad Neuberg pada tahun 2005, ketika teknologi mampu menfasilitasi pertemuan-pertemuan dengan cara-cara yang baru, yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

foto coworking space
 Photo by Tim Gouw (Unsplash)

Core values dari coworking space

Lebih lanjut, konsep dari Brad Neuberg berkembang menjadi sebuah pergerakan yang tidak terpusat (decentralized) dengan core values sebagai berikut:

  • Community (komunitas)
  • Openness (keterbukaan)
  • Collaboration (kolaborasi)
  • Accessibility (aksesibilitas)
  • Sustainability (keberlanjutan)

Pada dasarnya core values tadi dapat diartikan beragam tergantung pendapat masing-masing. Akan tetapi secara umum dapat diartikan bahwa coworking adalah bukan sekedar berkumpul dan mengerjakan sebuah project disebuah tempat yang sama, namun merupakan sebuah cara berfikir fundamental yang baru terhadap bagaimana cara kita bekerja dan berbagi satu sama lain.

Nah, apakah memang coworking space itu hanyalah sebuah kantor biasa?

Kembali membahas mengenai fisik obyeknya, coworking space secara struktur tidak terlalu berbeda dengan kantor biasa. Namun layout dan design nya jauh lebih cozy dibanding kantor konvensional yang layout dan designnya sangat kaku. Coworking space pada umumnya tidak mengenal cubicle seperti yang banyak kelihatan di kantor biasa.

Hal yang paling membedakan coworking space dengan kantor biasa adalah sifat keterbukaannya yang membuat kolaborasi dan pertukaran ide menjadi lebih mudah dan mengalir.

istilah Coworking space
Photo by Trent Erwin

Selain dari design, layout, dan openness nya,  hal lain yang membedakan coworking space dengan kantor biasa adalah:

  • Harga sewa yang relatif lebih murah, bahkan bisa disewa untuk perorangan.
  • Jangka waktu sewa yang  lebih fleksibel (rata-rata vendor coworking space menyewakan space nya mulai dari hitungan per hari)
  • Sistem booking online. Booking desk/ space/ room bisa dilakukan melalui online app dari App Store atau aplikasi mobile yang diunduh dari Google Play.
  • Pemilihan lokasi coworking space biasanya banyak pilihan. Misalnya kamu berasal dari Jakarta namun sedang jalan-jalan di New York, lalu ke Amsterdam, kamu bisa menggunakan coworking space WeWork dengan cabang yang berada di kerua kota tersebut.

Kesimpulannya

Coworking space memiliki beberapa kesamaan dengan kantor biasa (konvensional), namun core values nya dimana terdapat nilai komunitas, keterbukaan, aksesibilitas kolaborasi, dan keberlanjutan membuat coworking space lebih dinamis, dan bisa jadi meningkatkan produktifitas anda dalam bekerja.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Jangan lupa komentar, saran dan masukan supaya blog ini jadi lebih baik dan lebih bermanfaat 🙂

Resources: http://whatiscoworking.com/

Show CommentsClose Comments

Leave a comment